IF BETTER IS POSSIBLE , GOOD IS NOT ENOUGH

"Press Release PRA PKMFT UNJ 2015"
Sabtu, 23 Mei 2015
Lobby, Gd. Sertifikasi Guru UNJ

PKMFT merupakan singkatan dari Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Fakultas Teknik. Kegiatan ini dilaksanakan guna melatih atau mengasah jiwa kepemimpinan dari para pesertanya dan tentunya merubah seseorang menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 07.00, dimana para peserta dikondisikan terlebih dahulu di depan gedung sertifikasi guru sebelum memasuki gedung tersebut agar terlihat rapih dan juga para peserta dicatat waktu kehadirannya. Para peserta memakai dresscode yang sama yaitu menggunakan almamater, baju batik, dan menggunakan celana bahan untuk prianya, dan dresscode untuk wanitanya yaitu menggunakan almamater, rok bahan hitam, baju batik, dan juga menggunakan kerudung. Sebelum peserta memasuki gedung, peserta dipersilahkan untuk menyantap sebagian makanan terlebih dahulu karena ada sebagian peserta yang belum sarapan pagi saat dirumah. Setelah itu, peserta dikondisikan untuk memasuki gedung sertifikasi guru secara bergantian dan tentunya mengisi absensi 5 lembar yang disediakan oleh panitia PKMFT. Setelah selesai mengisi absensi, panitia akan menanyakan kepada peserta apakah sudah membawa bekal atau belum, jika belum dapat menitip kepada panitia dan jika sudah membawa bekal, para peserta langsung dipersilahkan untuk duduk di lobby gedung sertifikasi guru.

Sekitar pukul 09.00, acara PKMFT UNJ 2015 ini dimulai oleh MC acara tersebut yaitu O Jaya Perbangsa dari Jurusan Teknik Elektro 2013 dengan mengenalkan tema serta jargon dari acara PKMFT tersebut, setelah itu dilanjutkan dengan membaca Tilawah terlebih dahulu yang dibawakan oleh Singgih Wicaksono dari Jurusan Teknik Mesin. Setelah tilawah selesai, acara dilanjutkan dengan penjabarkan apa saja kegiatan yang dilakukan pada saat PRA PKMFT UNJ tersebut yaitu sambutan ketua pelaksana, Penjabaran kegiatan acara, ISOMA, dan juga akan ada diskusi mengenai pemimpin yang berpikir kreatif serta bertindak solutif.


Acara ini dilanjutkan dengan sambutan oleh ketua pelaksana dari PKMFT ini yaitu Andri Muhayat dari Jurusan Teknik Mesin 2013. Ia mengapresiasi jumlah pendaftar dari acara tersebut karena hampir mencapai 230 pendaftar dan juga mengapresiasi peserta yang hadir hampir dua kali lipat dari peserta yang hadir tahun lalu yaitu sebesar 137 peserta dan juga mayoritas berasal dari angkatan 2014. Yang lebih menghebohkan, bukan hanya panitia yang terkejut melainkan juga pesertanya karena yang mengikuti kegiatan ini bukan hanya berasal dari fakultas teknik melainkan juga berasal dari fakultas lain yaitu Fakultas Ilmu Sosial jurusan Sosiologi.

Setelah sambutan dari ketua pelaksana, acara dilanjutkan oleh Ahmad Barkah dari jurusan Teknik Mesin 2013 selaku koordinator acara dari kegiatan tersebut. Ia menjabarkan apa saja yang akan dilakukan dari PRA sampai Part 3 PKMFT UNJ 2015. Ia juga memberi tahu apa saja tugas tugas yan gharus dikerjakan. Ia juga mempresentasikan pembagian kelompok serta fasil dan apa saja tugas dari kelompok tersebut. Ia juga menjelaskan apa saja yang akan menjadikan poin bertambah dan juga berkurang. PKMFT ini terbagi menjadi 4 kegiatan yaitu PRA, Part 1, Part 2, dan Part 3.



Setelah penjelasan mengenai acara PKMFT, acara dilanjutkan dengan sharing bersama fasil sementara yang ditunjuk oleh panitia. Para peserta dikumpulkan berdasarkan kelompoknya dan sebelum masuk sesi tanya jawab, sharing dimulai dengan perkenalan dari para peserta agar dapat saling kenal dan lebih akrab. Pada saat sharing, banyak ilmu yang dapat diperoleh karena dapat cerita mengenai kendala tahun lalu apa saja dan bagaimana cara mengatasinya. Pada sesi ini juga para peserta dapat menanyakan kendala tugas yang diberikan.  Setelah sesi ini selesai, Peserta dipersilahkan ISOMA atau Istirahat, Sholat, Makan yang dimulai pukul 12.10 dan diberi waktu hingga pukul 12.45 oleh panitia.

Setelah ISOMA selesai, MC mempersilahkan peserta untuk mengisi ice breaking agar peserta tidak mengantuk saat diskusi nanti. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan diskusi mengenai pemimpin yang berpikir kreatif dan bertindak solutif. Diskusi ini di moderatori oleh Rizky Fajrianto dari jurusan Teknik Elektro 2012 selaku ketua BEM FT periode 2015-2016. Ia mulai menjelaskan apa saja yang akan dibicarakan dengan pembicara hebat nanti. Kemudian setelah pembicara siap, ia pun segera membacakan CV dari pembicara. Yang pertama yaitu Hernawan Tri Wibowo dari jurusan Teknik Mesin 2010, ia pernah menjabat sebagai ketua BEMFT periode 2013-2014. Ia juga merupakan founder dari Simpul Variabel Bebas UNJ. Pria asal kendal ini memiliki sikap yang tegas dan cuek. Di kepemimpinannya, BEMFT memiliki 60 pengurus awalnya dan berkurang 2 orang di pertengahan kepengurusan karena mengundurkan diri. Namun dengan pengurus yang minim, ia mampu memaksimalkannya dan dapat mencetak kader kader hebat Fakultas Teknik. Pembicara selanjutnya yaitu Irvandi Faisal dari jurusan Teknik Mesin 2011. Ia pernah menjabat sebagai Ketua BEMJ Mesin periode 2013-2014, dan pernah menjabat sebagai Ketua BEM FT periode 2014-2015, dan saat ini ia sedang menjabat sebagai wakil ketua BEM UNJ untuk periode 2015-2016 mendampingi Ronny Setiawan selaku ketua BEM UNJ saat ini. Pria asal Jakarta ini memang terlihat pendiam, namun hasil kerjanya dapat diacungi jempol. Meskipun ia hanya memiliki 84 pengurus saat ia menjabar sebagai ketua BEM FT, ia dapat memaksimalkannya dan dapat mencetak kader hebat Fakultas Teknik.
Diskusi dimulai dengan pertanyaan mengenai problematika BEM FT pada kepengurusan Hernawan Tri Wibowo maupun Irvandi Faisal. Problematika mereka hampir sama yakni mengenai kepengurusan dan juga pada saat awal sebelum terpilih menjadi ketua BEM FT, terdapat masalah seperti penculikan, gugatan, maupun pencalonan yang hanya 1 orang. Namun dengan masalah tersebut dapat menjadi pembelajaran untuk kepengurusan kedepannya.


Diskusi dilanjutkan ke pertanyaan yang kedua yakni mengenai Pemimpin yang berpikir kreatif. Kak Bowo menuturkan pendapatnya bahwa pemimpin yang kreatif itu bukan yang penurut namun juga harus berinovasi. Seorang pemimpin harus berpikir maupun berpola pikir kritis dalam menghadapi masalah atau memecahkan suatu permasalahan. Seorang pemimpin juga harus dapat berdikusi dengan organisasi lainnya agar terciptanya suasana yang harmonis antar organisasi dan juga mendapatkan pengalaman jika sharing antar organisasi. Seorang pemimpin juga harus membudayakan membaca dalam kehidupan sehari-harinya. Dan yang terpenting, pemimpin tidak boleh baper, karena seorang pemimpin harus tegar dan sabar dalam menghadapi setiap permasalahan yang ada. Sementara Kak Irvandi menjelaskan secara singkat bahwa seorang pemimpin harus dapat atau harus mampu mengamati dan coba untuk mencari inspirasi, Pemimpin juga harus membuat atau mengembangkan suatu hal dan juga dapat mengutarakan semua gagasan.

Kemudian diskusi dilanjutkan ke pertanyaan yang terakhir yaitu mengenai pembentukan kader-kader yang inovatif dan kreatif. Kak Bowo menjelaskan bahwa untuk menjadi kader yang inovatif maupun kreatif harus mencoba membuktikan kemampuan yang ada dengan memanfaatkan setiap momentum yang ada. Sementara kak Irvandi menjelaskan bahwa untuk menjadi pemimpin yang inovatif serta kreatif harus mulai merancang diri sendiri untuk menjadi apa dan mulai mengkader diri sendiri karena setiap orang memiliki potensi dan setiap orang itu luar biasa.
Setelah materi disampaikan oleh pembicara, moderator mempersilahkan peserta untuk bertanya. Dari setiap jurusan, hanya diwakili oleh 1 orang untuk bertanya kepada pembicara. Dan yang masih teringat sampai saat ini yaitu saat peserta dari jurusan Sosiologi bertanya kepada pembicara yang lebih kearah modus dalam bahasa gaul zaman sekarang. Namun pembicara menanggapi dengan wajar dan santai karena menganggap itu adalah hal yang masih dalam batas wajar.

Setelah sesi ini selesai, kemudian ada pemberian plakat yang diberikan oleh para peserta yang bertanya kepada para pembicara. Setelah itu, acara ditutup dengan pembacaan Doa oleh Roki dari Jurusan Teknik Sipil 2013. Kemudian Pengkondisian kembali sebelum peserta dibubarkan yakni dengan coba memeriksa apakah masih ada sampah yang tertinggal di ruangan tersebut. Setelah itu peserta dibubarkan dan diwajibkan terlebih dahulu untuk Sholat Ashar sebelum pulang kerumah.